
Tracing the roots of today to imagine tomorrow
Akar Sejarah percaya bahwa memahami dunia hari ini membutuhkan keberanian untuk menelusuri akar yang membentuknya.
Dengan sejarah sebagai cara berpikir, kami membuka konteks untuk membedah masa kini dan merencanakan masa depan.
Akar Sejarah menerima kontribusi tulisan bertema sejarah dalam dua format. Esai (1000-1500 kata) mengutamakan kedalaman cerita dan penelusuran sejarah, sementara Kolom (800-900 kata) memberi ruang bagi tulisan yang lebih analitis, argumentatif, dan reflektif.
Editorial Board
Editorial-in-chief
Managing editor
Ilustration
Social Media Specialist
Contact Us
Post Terakhir
- Kenapa Tak Ada Lagi Becak di Jakarta?
- Bagaimana Jakarta Bertransformasi Menjadi “Kota Mall”?
- Pergerakan Nasional di Kalimantan dan Kemunculan Sarikat Dayak
- Dekolonisasi Mental Ki Hadjar Dewantara: Menengok Cetak Biru Pendidikan Taman Siswa
- Menggugat Narasi Tunggal: Kiprah Mahasiswa Perempuan Indonesia di Jantung Kolonial