Latest posts
-
Pergerakan Nasional di Kalimantan dan Kemunculan Sarikat Dayak

Historiografi sejarah pergerakan nasional dapat dilihat secara kritis, mengingat selama ini selalu direpresentasikan ke dalam konsep nasionalisme Indonesia atau perkembangan nasionalisme. Padahal terdapat perspektif nasionalisme pada masing-masing wilayah, sebagaimana penelitian yang dilakukan David Henley tentang Minahasa dalam mengembangkan nasionalisme Minahasa sebelum menjadi bagian dari perjuangan nasionalisme Indonesia. Pendalaman terhadap apa yang telah dikemukakan oleh Henley…
-
Menggugat Narasi Tunggal: Kiprah Mahasiswa Perempuan Indonesia di Jantung Kolonial

Sejarah pergerakan nasional Indonesia kerap kali ditulis dan dikenang melalui kacamata yang sangat maskulin. Narasi Kebangkitan Nasional selama ini hampir selalu didominasi oleh peran tokoh-tokoh laki-laki, mulai dari berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 di Hindia Belanda hingga kemunculan berbagai organisasi pemuda lainnya di tanah jajahan. Padahal, jika lensa sejarah digeser pada periodisasi yang sama…
-
Dari Bandung ke Trikontinental: Genealogi Antikolonial, Jembatan Historis Indonesia-Cape Verde

Fajar kesadaran baru Dunia Ketiga menyingsing di Bandung pada bulan April 1955. Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diselenggarakan di kota pegunungan Jawa Barat tersebut bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa, melainkan sebuah peristiwa yang menjadi representasi bagi solidaritas transnasional pascakolonial. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, bangsa-bangsa berwarna di Asia dan Afrika—yang selama berabad-abad dihisap kekayaannya dan dihinakan martabatnya…
